Teguh Dalam Iman Kepada Kristus

Bilangan 21:31-22:1 : Riwayat perjalanan bangsa Israel menuju ke Tanah Perjanjian dalam Bilangan 21:31-22:1 ditandai dengan saat-saat ketika mereka gentar. Melalui perikop ini, kita melihat bagaimana Musa mengatur dan memimpin bangsa Israel untuk masuk secara strategis, dan menempati daerah-daerah yang tepat (lih. 21:21-25). Strategi ini adalah bagian dari ketaatan kepada tuntunan TUHAN, menyadari bahwa TUHAN menyertai setiap langkah dan keputusan mereka.

Kemudian, ketika mereka memasuki daerah Basan, mereka harus berhadapan dengan Raja Og, penguasa Basan, yang sudah menyiapkan rakyatnya menghadapi orang Israel di daerah Edrei (31-33). Bangsa Israel gentar, namun TUHAN berfirman kepada Musa dan menjanjikan penyertaan-Nya (34). Israel mengalahkan tentara dan rakyat Basan yang kuat (35). TUHAN beserta mereka.

Dengan kekuatan TUHAN, bangsa Israel dapat menaklukkan Basan dan kemudian bergerak ke dataran Moab (22:1). Tuntunan dan kesetiaan TUHAN yang tidak pernah putus saat Israel melanjutkan perjalanan menuju ke Tanah Perjanjian menjadi landasan iman dan pengharapan mereka.

Perjalanan menuju ke Tanah Perjanjian penuh rintangan, tetapi bangsa Israel tetap teguh. Kita juga perlu teguh dalam hidup beriman kita meskipun menghadapi kesulitan. Bangsa Israel maju berperang karena mereka percaya pada janji Allah. Kepercayaan yang kukuh pada tujuan hidup beriman kita bisa memberi kita keberanian untuk menghadapi tantangan. Sebagaimana pengalaman bangsa Israel, kita pun diajak belajar memercayakan hidup kita di dalam rencana dan tangan Allah.

Allah yang setia akan menggenapi setiap janji-Nya kepada kita, bahkan ketika kemajuan terasa lambat atau rintangan muncul; Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ia tetap setia. Kristus Yesus memimpin orang percaya menuju penggenapan janji utama berupa kehidupan kekal dan warisan baru. Kristus akan memastikan bahwa janji-janji Allah terwujud sepenuhnya melalui Dia. Adakah kita siap mengikut Kristus?

Search

Popular Posts

  • Jangan Menyelubungi Dosa
    Jangan Menyelubungi Dosa

    Bilangan 22:2-20 : Salah satu “karya” dosa yang berkelindan dengan godaan si jahat adalah “kemampuan” manusia untuk memanipulasi serta menyembunyikan hasrat tergelapnya. Dosa sangat lihai menyusup dalam kata, pikiran, dan tindakan kita. Bahkan, hal yang tampak baik pun dapat digunakan untuk menyelubungi dosa kita. Padahal Allah mengundang kita untuk hidup kudus sesuai kehendak-Nya. Inilah yang…

Categories

Archives

Tags